Beranda > Debian Servers > Konfigurasi Debian Web Server

Konfigurasi Debian Web Server

Web Server termasuk salah satu layanan SERVER yang paling popular. Karena lewat web server tersebut, website kita dapat diakses oleh seluruh pengunjung dari Internet. Dalam keadaan default, web server berjalan pada protocol HTTP melalui port 80. Pada buku ini kita akan membuat web server menggunakan aplikasi Apache.

Dalam perancangan Web Server, kita harus mengetahui terlebih dahulu persyaratan (Dependensi) dari website yang akan kita buat. Misalnya, website tersebut membutuhkan bahasa HTML saja, atau PHP4, PHP5,  atau juga MySQL Database sebagai media penyimpanan datanya. Kita asumsikan saja, akan menggunakan Content Management System (CMS) gratisan dari Internet, semisal Joomla, WordPress atau Druppal.

6.1. Installasi

Install terlebih dahulu, semua paket aplikasi web server yang dibutuhkan.

debian-server:/home/pudja# apt-get install apache2 php5 mysql-server phpmyadmin

6.2. Konfigurasi

Pada saat installasi Apache2, sebenarnya website dari server Debian sudah dapat kita kunjugi melalui Web Browser. Coba anda ketikan alamat www.debian.edu, dan hasilnya akan seperti dibawah ini. Hal ini terjadi karena Virtual Host default otomatis aktif.

6.2.1. Konfigurasi Virtual Host

Virtual Host ini akan mewakili konfigurasi untuk setiap website yang akan kita buat. Kita dapat mengganti file Virtual Host default yang sudah ada, tapi ada baiknya kita copy saja file tersebut, dan membuat konfigurasi Virtual Host yang baru untuk website kita.

debian-server:/home/pudja# cd /etc/apache2/sites-available/

debian-server:/etc/apache2/sites-available# cp default web

debian-server:/etc/apache2/sites-available# vim web

<VirtualHost *:80>

ServerAdmin webmaster@smkn1pungging.sch.id

ServerName www.debian.edu #domain utama

ServerAlias debian.edu #domain utama tanpa “www”

DocumentRoot /var/www/web/                                       #direktori website

<Directory />

Options FollowSymLinks

AllowOverride None

#. . .

#. . .

Disable VirtualHost default yang sudah ada, dan aktifkan VirtualHost untuk website utama kita.

debian-server:/etc/apache2/sites-available# a2dissite default

debian-server:/etc/apache2/sites-available# a2ensite web

6.2.2. Konfigurasi Web Direktori

Konfigurasi pada apache2 sudah selesai, sekarang tinggal kita konfigurasi untuk direktori website-nya. Web Direktori ini adalah direktori dimana kita akan menempatkan semua isi file-file untuk website kita. Terlebih dahulu buat folder web. Path defaultnya adalah /var/www , anda bisa merubahnya, misalnya diganti nama menjadi public_html atau semacamnya.

debian-server:/etc/apache2/sites-available# cd /var/www/

debian-server:/var/www# mkdir web

debian-server:/var/www# cd web/

debian-server:/var/www/web#

6.2.3. Konfigurasi Website

Selanjutnya, tinggal kita masukan saja website kita pada direktori tersebut. Misalnya saya akan menggunakan CMS Joomla, download pada situs resminya di www.joomla.org. Dan letakan pada direktori web, kemudian ekstrak.

debian-server:/var/www/web# wget http://www.joomla.org/download/joomla.zip

debian-server:/var/www/web# apt-get install unzip

debian-server:/var/www/web# unzip joomla.zip

debian-server:/var/www/web# ls

administrator                       CREDITS.php        installation            logs                         tmp

cache                                     htaccess.txt          INSTALL.php        media                     xmlrpc

CHANGELOG.php                images                   language               modules

components                         includes                 libraries                 plugins

configuration.php-dist       index2.php            LICENSE.php        robots.txt

COPYRIGHT.php                  index.php              LICENSES.php      templates

Rubah hak akses direktori tersebut menjadi  writeable bagi semua user untuk sementara waktu. Agar installasi Joomla dapat berjalan lancar.

debian-server:/var/www/web# chmod 777 ../web/ -R

Hal terakhir yang perlu kita lakukan, agar semua konfigurasi yang telah kita setting berjalan, restart aplikasi apache2.

debian-server:/var/www/web# /etc/init.d/apache2 restart

Selanjutnya, pergi ke alamat www.debian.edu melalui web browser, untuk penginstallan website Joomla. Untuk lebih lengkapnya, silahkan baca tata cara peginstallan Joomla pada website resminya.

Untuk membuat database pada MySQL Server, anda bisa menggunakan PhpMyAdmin ataupun lewat terminal. Setelah LogIn, buat database baru seperti berikut.

debian-server:/var/www/web# mysql –u root –p

mysql > create database web;

mysql > quit

Pada bagian installasi Joomla, tepatnya pada bagian database configuration, isi dengan infomasi database anda. Lalu lanjutkan installasi sampai selesai.

Database Type                 : MySQL

Host Name                         : Localhost

Username                           : root

Password                            : ****

Database Name               : web

Pada bagian akhir, kita diharuskan untuk menghapus folder installasi. Agar website tersebut dapat berjalan sempurna.

Hapus direktori installation Joomla, dan kembalikan hak akses direktori seperti semula.

debian-server:/var/www/web# rm installation/ -R

debian-server:/var/www/web# cd .. && chmod 755 web/ -R

6.2.4. PhpInfo

PHP merupakan salah satu bahasa pemrograman web yang paling popular di dunia. Pada bagian diatas kita sudah menginstall PHP versi 5 (2011), yang menjalankan website Joomla dan tentunya berbasis php.  Pada bagian ini kita akan membuat file yang berbasis php, untuk melihat informasi dari php itu sendiri.

Kode-kode dalam pemrograman PHP, penulisanya menyatu dengan tag-tag HTML dalam suatu file yang sama. Kode PHP diletakan antara script <? atau <?php dan diakhiri dengan tanda ?> sebagai tanda bahwa bahasa yang digunakan adalah pemrograman PHP.

File yang berisikan PHP, akan disimpan dengan ekstensi .php. Berdasarkan ekstensi inilah, pada saat file diakses oleh server, secara otomatis server akan mengenali file tersebut sebagai laman web berbasis PHP. Selanjutnya server akan menerjemahkan kode-kode PHP tersebut menjadi tag-tag HTML pada browser client.

Tambahkan file phpinfo pada direktori website yang sudah ada.

debian-server:/home/pudja# cd /var/www/web/

debian-server:/var/www/web# cat > phpinfo.php

<?php

phpinfo();

?>

debian-server:/var/www/web#

Untuk menyimpan tulisan tersebut, tekan CTRL + D pada keyboard.

6.3. Pengujian

Dalam pengujian web server, kita membutuhkan aplikasi Web Browser. Anda bisa menggunakan web browser yang berbasis GUI seperti Mozilla, Opera, dan Google Chrome. Atau bisa juga menggunakan Web Browser berbasi text seperti lynx, links, yang berjalan system operasi Linux.

6.3.1. Pengujian Website

Pada web browser, tepatnya pada URL Address ketikan http://www.debian.edu . Kemudian web browser akan membuka website JOOMLA  yang terletak pada server Debian.

Selain joomla, anda bisa menggunakan CMS gratisan yang lain. Diantaranya yang terkenal yaitu:

Druppal, WordPress, B2evolution, PhpBB (forum), Mambo dan masih banyak lagi yang lain.

6.3.2. Pengujian PhpInfo

Karena tadi kita telah membuat file phpinfo pada direktori website Joomla, maka sekarang kita bisa membukanya melalui web browser. Tinggal tambahkan phpinfo.php dibelakang nama domain utama. (http://www.debian.edu/phpinfo.php)

Created by Al-Mansyurin Team © 2011

UPDATE: Silahkan download eBook Debian Server Lengkap di >>SINI<<

  1. 9 Oktober 2012 pukul 11:02 PM

    mas, bisa tidak kita memasang template pada website debian di atas ???

    • 14 Oktober 2012 pukul 7:25 PM

      ada apa ya tentang template di atas,
      yuda mau minta template-nya ta?

  2. 17 November 2012 pukul 9:08 PM

    mau nanyak gan yg “Featured eBook from Me” konfigurasi debian server, anda menggunakan debian versi berapa?? apakah bisa digunakan untuk debian versi 6 ??

    • 22 November 2012 pukul 12:58 AM

      sebenernya khusu untuk debian lenny (deb 5), namun untuk debian etch (deb 4) juga bisa, untuk debian 6, ada beberapa bagian yg perlu ditambah, dicoba dulu aja gan😀

    • Ariff
      6 Januari 2013 pukul 5:59 PM

      Perbedaannya cuma dikit kok,, cma beda nama paket,, Tpi konfigurasinya sama saja,,
      @Om Mansyurin,, Tutorr di Blog ini berguna banget,,Thanks,,

  3. 2 Desember 2012 pukul 7:25 PM

    jgn di coba2 gan, debian ni sensitif kali, salah spasi saja gk mau jalan tu perintah, saya punya debian 6, soalnya nanti saya ujian praktek disuruh buat kayak gitu. pusing saya gan. kalau ada tutorial debian 6 share ya

    • 29 September 2013 pukul 6:05 AM

      yup benar, linux itu case sensitif. silahkan dishare jika ada ilmu baru gan, kitap sama-sama berbagi

  4. ratna
    9 Maret 2013 pukul 1:45 PM

    jazka mas, atas infonya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s